Mahasiswa merupakan seorang manusia yang sedang sibuk mencari ilmu dan jati diri. Untuk itu mahasiswa harus mau dan bisa bertanggung jawab atas apa yang diperbuat, termasuk me-manage uang bulanan ataupun mingguan atau yang biasa kita sebut dengan 'uang jajan' Kebanyakan mahasiswa adalah seorang perantau dari kota yang amat jauh, sehingga diperlukan beberapa tips agar seorang mahasiswa bisa mengamalkan yang namanya pengiritan. Berikut ada beberapa tips dari 'cerita-ardan' agar kamu bisa ngirit. Cekidot :
1. Jangan Terlalu Memanjakan Diri
Biasanya
hal-hal seperti ini terjadi pada mahasiswa-mahasiswi baru atau yang biasa kita
kenal dengan sebutan ‘MABA’. Kebanyakan seorang MaBa masih belum terlalu bisa
untuk mengontrol keinginan. Misalnya untuk sekedar nongkrong biar kayak ‘Anak
Gawl’ gitu. Padahal, biaya untuk sekali nongkrong biasanya sekitar 10-50 ribu
tergantung tempat nongkrongnya juga sih.
Sebagai mahasiswa yang biasanya anak kos, tentu saja mau tidak mau membutuhkan
yang namanya alat-alat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti sabun,
pasta gigi, sikat gigi, shampo, dan mungkin bahan-bahan untuk memasak seperti
minyak goreng, beras, dan lain sebagainya. Sebagai mahasiswa, biasakanlah hidup
sederhana, mungkin boleh sih memanjakan diri sekali-kali. Tapi kalau keseringan
kurang bagus juga. Karena sesuatu yang berlebihan itu ga baik.
2. Cari Kos/Kontrakan Sekitar
Kampus
Kenapa
penulis menyarankan untuk mencari daerah yang dekat dengan kampus? Yap, tentu
saja karena agar kita bisa lebih mudah akses ke kampus, yaitu dengan biaya yang
murah alias jalan kaki. Dan kita ga perlu ngeluarin uang bulanan kita buat beli
BBM (Bahan Bakar Minyak). Karena seperti kita ketahui, harga BBM di Indonesia
semakin hari semakin naik. Padahal uang bulanan kita tentu saja tidak naik
(pengalaman). Toh secara tidak sadar kita juga ikut berperan membantu
mengurangi polusi udara dan kemacetan. Kalaupun terpaksa membawa kendaraan,
tidak terlalu mengkonsumsi banyak BBM. Efeknya, uang jajan kita bisa kita
tabung.
3. Paksa Diri Untuk Menabung
Ada
pepatah mengatakan, “Muda menabung, tua beruntung”. Yap, pepatah ini 100%
memang terbukti. Akan tetapi, cara yang ini mungkin agak sulit. Bukan sulit
dalam memasukkan uang ke tabungan / ‘celengan’ ya, tapi sulit untuk ‘menjaga’
isi tabungan. Sebagai anak muda, banyak sekali godaan yang menyapa. Misalnya
saja sekedar ada tukang bakso lewat depan kos padahal sedang ga ada uang,
sampai godaan-godaan update gadget atau fashion di toko-toko online. Untuk
masalah semacam ini, ada berbagai macam cara untuk mengatasinya. Misalnya, kita
tabung uang-uang tersebuat dalam sebuah kotak kayu yang terkunci dengan gembok,
sedangkan kuncinya kita titipkan ke sahabat terdekat/orang terdekat yang dapat
kita percaya. Sehingga jika kita berniat untuk mengambil uang yang ada di kotak
tersebut, ada seseorang yang mengingatkan kita untuk menahannya.
4. Buat Daftar Pengeluaran
Pernahkah
anda melihat ibu anda di rumah membuat daftar pengeluaran keluarga? Jika
pernah, contohlah. Tentu saja dengan versi seorang mahasiswa. Kebutuhan
mahasiswa relatif lebih sedikit jika dibandingkan dengan seorang ibu rumah
tangga yang menjadi ‘playmaker’ finansial keluarga. Nah jika seorang mahasiswa?
Selamat! Anda telah menjadi playmaker untuk diri anda sendiri. Dan cara ini
terbukti ampuh untuk mengontrol pengeluaran kita, karena semua sudah terkonsep.
Hal yang sudah ada konsep biasanya adalah rencana yang sudah matang. Sedikit
berbagi pengalaman, penulis selalu menulis daftar pengeluaran mingguan. Seperti
biaya untuk nge-print, foto copy, makan, beli perlengkapan masak, bensin,
pulsa, kuota internet, dan lain sebagainya.
Setiap minggu, penulis diberi jatah oleh orang tua sebesar Rp. 150.000.
Tentu jumlah yang tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari. Bisa dikatakan cukup. Kuncinya, jangan mengeluh dan
sering bersyukur. Jika pembaca adalah seorang muslim, laksanakanlah sholat
dhuha secara rutin.
5. Berdoa dan Bersedekah
Cara
yang ini biasa penulis sebut dengan ‘Cara Pamungkas’ untuk melengkapi cara-cara
yang sudah ada. Setelah kita berusaha, tentu saja kita haruslah sering-sering
berdoa dan bersedekah agar apa yang kita amalkan menjadi berkah. Mungkin ada
pertanyaan, “Loh, katanya ngirit, kok malah sedekah? Ngasih uang kita ke orang
lain?”. Secara logika memang ya, benar, tentu uang yang kita punya akan
berkurang. Tapi jangan lupakan, Allah adalah Dzat Yang Maha Memberi Rizki. Bisa
saja rizki kita datang secara tiba-tiba dan tidak kita snagka-sangka. Kuncinya
hanyalah satu, percaya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita
(yang kita butuhkan), bukan memberikan yang sekedar kita inginkan.
Sebenarnya,
masih banyak cara lain yang bisa kita lakukan agar kita bisa menjadi seorang
mahasiswa yang ‘ngirit’. Akan tetapi, secara garis besar, 5 hal diatas adalah
cara yang paling umum dan tentu sangat layak untuk dicoba. Karena, penulis juga
melakuka cara-cara diatas. Terbukti, penulis bisa menyisihkan sekitar 20-50ribu
untuk ditabung atau kadang-kadang sih untuk jalan-jalan gitu. Biar ga
ketinggalan jaman dan biar kekinian gitu. Good Luck Guys!
*Sumber Gambar : Google Image





No comments:
Post a Comment
Penulis tunggu komentar-komentar yang bersifat membangun dan bermanfaat dari anda.