Monday, 9 November 2015

5 CARA AGAR KITA BISA MELAKSANAKAN SHOLAT TEPAT WAKTU





Sholat 5 waktu merupakan sebuah kewajiban bagi seluruh umat islam di dunia. Baik laki-laki maupun perempuan, tua dan muda, kaya dan miskin, bahkan ketika dalam keadaan sakit maupun perang sekalipun, sholat harus tetap dilaksanakan. Di dalam melaksanakan sholat, tentu ada sebuah keutamaan yaitu keutamaan sholat berjama’ah. Terutama sholat berjama’ah di masjid. Jika kita melaksanakan sholat secara sendiri (munfarid), maka akan memperoleh satu keutamaan (pahala). Tapi jika kita melaksanakan sholat secara berjama’ah, kita akan diberi pahala sebanyak 27 kali lipat dibanding sholat secara munfarid. Apalagi jika dilaksanakan di masjid, di rumah Allah, bukankah kita akan mendapat berlipat-lipat kemuliaan lagi?  
Tapi sayangnya, banyak umat islam yang terkadang merasa malas atau kurang bersemangat untuk bergegas mengambil air wudhu ketika adzan berkumandang. Anda merasa seperti itu? Berikut penulis berikan tips agar kita semua bisa selalu menjalankan sholat setidaknya secara tepat waktu, terlebih jikalau dilaksanakan di masjid. Why not? Cek this out :

1. Bersiap-siap 15 Menit Sebelum Adzan Berkumandang


Di dalam kehidupan yang serba canggih seperti sekarang ini, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengetahui jadwal sholat. Berbagai aplikasi ataupun media lain bisa kita manfaatkan untuk mengetahui pukul berapa waktu-waktu sholat tiba. Tinggal anda setting gadget kita agar alarm berbunyi misalnya 15 menit sebelum waktu sholat tiba. Takut berbunyi ketika ada jam sekolah atau kuliah atau meeting? Gunakan mode getar saja. Walaupun anda tetap tidak bisa melaksanakan sholat secara tepat waktu ketika ada kepentingan, setidaknya anda sudah diingatkan bahwa waktu sholat telah tiba. Dengan begitu, anda  akan merasa untuk menyegerakan sholat, utamakan sholat berjama’ah di masjid atau mushola.

2. Lawan Rasa Malas


Jika di dalam tips pertama ada bahasan yang menyinggung tentang tidak bisa sholat berjama’ah tepat waktu karena ada kepentingan lain, maka di tips yang kedua ini akan menyinggung tentang tidak bisa sholat berjama’ah karena rasa malas. Bagi penulis, rasa malas merupakan musuh yang benar-benar nyata dan harus di lawan jika kita mau sukses akan sesuatu hal lebih cepat. Karena jika anda tidak melawan rasa malas, niscaya waktu anda akan ‘diambil alih’ oleh para syaitan yang terkutuk. Anda bersedia? Peliharalah rasa malas anda.
Biasanya, hal yang menimbulkan kemalasan adalah karena terlalu banyak berdiam diri di kamar, sambil bermain smartphone, ataupun yang sejenisnya. Sebagai obat penawarnya, jangan terlalu banyak berdiam diri di kamar anda sambil bermain gadget. Kurangi waktu untuk sekedar ‘cek RU’ atau cek notifikasi dari gebetan anda. Manfaatkan gadget anda ketika benar-benar diperlukan semisal untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen, ataupun gunakan seperti tips yang pertama (pengingat jadwal sholat)

3. Paksa Diri Sendiri


Tips yang ketiga merupakan salah satu solusi dari problem yang ada di tips kedua.Apakah solusinya? LAWAN. Paksa diri anda. Karena sejatinya yang menahan anda untuk melaksanakan kewajiban adalah godaan syaitan. Berjuta cara syaitan untuk menghalangi kita kepada jalan yang benar. Misalnya saja anda sedang asyik-asyiknya main game, sedangkan adzan subuh sudah berkumandang, tentu akan menjadi dilema bagi anda. Di satu sisi, anda sedang klimaks di game tersebut, di sisi lain anda telah dipanggil untuk segera menuju ke rumah Allah. Merasa berat untuk meninggalkan game? Coba bandingkan ketika anda sedang kasmaran, gebetan anda tiba-tiba nge-chat anda, apa yang anda lakukan? Bukankah tanpa pikir panjang anda langsung mem-pause game dan mengetik balasan chat seromantis mungkin untuk doi? Untuk itu, mari kita semua segera berbenah. Siap?

4. Bayangkan Bagaimana Kenikmatan Surga


Dalam mengerjakan suatu hal, tentu ada sebuah alasan dibalik kita mengerjakan hal tersebut. Misalnya kita bekerja agar bisa menghidupi keluarga, belajar demi mempersiapkan masa depan, dan lain sebagainya. Di dalam agama islam, kita diwajibkan untuk bertqwa kepada Allah SWT karena itu merupakan kewajiban kita kepada Allah SWT. Akan tetapi, kita semua tahu bahwa selain menjalankan kewajiban, kita pasti termotivasi oleh kenikmatan yang akan kita peroleh ketika kita di surga kelak jika kita bersungguh-sungguh dalam menjalankan kewajiban secara ikhlas dan benar. Bagaimana tidak, di surga kelak terdapat Sungai Salsabila (sungai dimana air yang mengalir adalah air susu), Danau Kautsar, bidadari-bidadari cantik jelita, dan masih banyak lagi. Semua itu adalah milik kita selama-lamanya. Hak milik adalah abadi. Masih tidak tertarik? Atau anda sangat tertarik? Segera berbenah, tinggalkan yang buruk di masa lalu, pertahankan yang sudah baik, tambah hal baru yang lebih baik. Segera kunjungi masjid-masjid terdekat.

5. Selalu Ingat Allah dan Senantiasa Berdoa


Inilah kunci pamungkas dari semua tips. Jika kita sudah berusaha semaksimal mungkin, akan tetapi kita tidak berdo’a memohon kelancaran kepada Allah, rasnya terlalu sombong. Semua yang ada di alam semesta ini telah diatur oleh Allah SWT. Kita hanyalah seorang hamba-Nya yang harus senantiasa bertaqwa kepadanya. Mari kita selalu  ingat Allah dan senantiasa memanjatkan do’a kepada-Nya, maka Allah akan mengabulkan do’a kita. Semoga kita senantiasa berada di jalan Allah dan menjadi hamba yang terbaik. Aamiin


*Sumber Gambar : Google Image

[SHARE] TEKS PIDATO DENGAN TEMA PENTINGNYA MEMBACA



Halo pembaca, disini penulis mau berbagi teks pidato nih. Dulu waktu masih SMA pernah ikut lomba pidato, dan teks pidatonya masih penulis simpan hingga saat ini sudah mahasiswa. Daripada hanya disimpan, mending penulis share. Teks ini mengusung tema pentingnya membaca atau budaya membaca. Penasaran? Cek aja deh :

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
الْحَمْدُ للهِ إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمِنْ يُضْلِلْهُ فَلاَهَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبُدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ وَلاَ رَسُوْلَ بَعْدَهُ اَمَّا بَعْد.

                Pertama dan yang paling utama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas nikmat, hidayah, inayah, dan karunia-Nya lah kita bisa berkumpul pada majelis yang insya Allah dimuliakan ini.

                Tak lupa, sholawat serta salam harus tetap kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW. Yang telah menuntun kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang terang benderang seperti saat ini yaitu Al-Islam.

Membaca. Apa sih membaca itu? Membaca merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan cakrawala ilmu pengetahuan dan tingkat intelektualitas seseorang. Dengan membaca, kita dapat memperoleh beragam manfaat, seperti peningkatan konsentrasi, peningkatan daya ingat, terbangunnya kepercayaan diri, berkembangnya kreatifitas diri, dan masih banyak lagi manfaat yang dapat kita peroleh dari kegiatan membaca.

Tak bisa dipungkiri, bahwa pada era modern seperti saat ini, telah mengubah banyak sekali pola hidup para pelajar maupun mahasiswa, terutama pola membaca ataupun minat baca seseorang. Para pelajar dan mahasiswa lebih suka menghabiskan waktunya untuk menonton TV, bermain game online, bermain dengan gadgetnya, dan masih banyak lagi. Jarang sekali ada pelajar maupun mahasiswa yang mau menghabiskan waktu luangnya untuk berada di perpustakaan sekolah maupun perpustakaan umum untuk belajar maupun untuk sekedar membaca buku.  Andai saja perpustakaan memiliki hati dan perasaan, dan perpustakaan bisa berbicara, pasti perpustakaan akan berkata ‘Sakitnya tuh disini’.

Rekan-rekanku yang berbahagia, Jika kita mau berpikir lebih jauh lagi, kemajuan teknologi sebenarnya bisa mempermudah proses belajar kita, termasuk membaca. Bayangkan,beberapa puluh tahun lalu, ayah ibu kita dan kakek nenek kita sulit sekali mencari sumber bacaan. Mereka hanya mendapatkannya dari koran atau majalah. Sedangkan kita? Kita yang hidup di era yang serba mudah ini mulai malas bahkan sangat malas untuk membaca. Itu membuktikan bahwa kita tidak mensyukuri nikmat Allah SWT. Karena sejatinya teknologi yang hadir di dunia ini adalah untuk membantu kita menuju insan yang lebih maju, insan yang cerdas, dan insan yang bermanfaat. Dan lebih buruknya lagi, teknologi yang serba maju seperti sekarang ini, disalahgunakan untuk hal-hal negatif seperti judi online, taruhan bola, menjual produk-produk haram dan sebagainya. Naudzubillahimindzalik

Saudara-saudariku yang berbahagia, ilmu adalah sumber dari segala kebaikan. Dan orang yang berilmu akan mendapatkan banyak kemuliaan.  Allah SWT berfirman dalam QS Al-Mujadalah : 11 :

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجتٍ

Artinya : “Niscaya Allah SWT akan mengangkat orang-orang yang beriman dan berilmu bebrapa derajat”

                Sekali lagi saya tekankan, ilmu tak akan pernah kita dapat jika kita menjadi insan yang malas. Termasuk malas membaca. Sebagian besar ilmu bersumber dari bacaan. Dan jika kita malas membaca, apa yang akan terjadi pada generasi kita. Generasi penggenggam kemajuan bangsa. Belum lagi, keturunan-keturunan kita kelak. Karena insan yang cerdas akan melahirkan insan yang cerdas pula. Dan sebaliknya, insan pemalas, akan melahirkan insan pemalas pula. Tentu saja kita tidak mau hal itu terjadi pada keturunan kita. Semoga saja, kelak kita diberikan keturunan yang cerdas dan berguna bagi semuanya. Aamiin.

Maka dapat kita simpulkan bahwa kegiatan membaca memiliki manfaat dan pengaruh yang besar dalam meningkatkan kecerdasan dan kemajuan masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, marilah kita satukan tekad, gandengkan tangan, dan tatap ke depan menuju masyarakat indonesia yang cerdas dan maju, dengan menumbuhkan budaya membaca, terutama di kalangan kita yaitu kalangan pelajar dan mahasiswa, kalangan orang yang berpendidikan dan mau maju.

Kita lakukan sekarang. Tidak esok, tidak lusa, dan tidak tahun depan. Tapi kita lakukan sekarang ini juga, menit dan detik ini juga. Karena bukan 1000 tahun yang akan datang yang menentukan Indonesia pada hari ini. Akan tetapi, hari inilah yang menentukan Indonesia pada di 1000 tahun yang akan datang. 

Akhirnya, cukup sekian yang dapat saya sampaikan. Apabila terdapat beberapa kata yang kurang berkenan di hati pendengar, saya memohon maaf. Terima kasih atas perhatiannya. Semoga apa yang saya sampaikan kali ini dapat membawa manfaat bagi kita.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Itulah contoh teks pidato dengan tema pentingnya membaca, semoga apa yang penulis share kali ini bisa bermanfaat ya, terima kasih atas kunjungannya.

*Sumber Gambar : Google Image

Saturday, 7 November 2015

7 TIPS JITU MENDAKI BAGI PEMULA



                Mendaki merupakan kegiatan yang banyak digandrungi oleh banyak kalangan seperti sekarang ini. Karena banyaknya pendaki-pendaki baru alias ‘newbie’ di dunia pendakian, berikut penulis berikan beberapa tips mendaki bagi para pendaki baru. Tips ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi pendaki. Penasaran? Cek aja :

1. Perbanyak Jogging Sebelum Hari Pendakian Tiba


                Malas jogging sebelum mendaki? Bersiaplah untuk kram ataupun sejenisnya ketika hari pendakian. Jangan malas untuk jogging. Lakukan jogging di pagi atau sore hari secara rutin selama kurang lebih seminggu sampai dua minggu sebelum hari pendakian tiba. Jogging memang terdengar seperti hal spele, tapi jika anda tetap menyepelekannya, tanggung sendiri ya akibatnya. Anda pasti sering mendengar ‘jangan menyepelekan hal kecil’, bukan? Untuk itu, mulailah jogging agar badan anda selalu prima ketika pendakian. Karena di dalam dunia mendaki, fisik adalah hal nomor 1 yang harus diperhatikan.

2. Carilah Pendamping yang Berpengalaman


                Pendamping adalah salah satu tokoh penting ketika mendaki. Ibarat sepakbola, pendamping adalah seorang playmaker. Dialah yang menunjukkan arah, mengatur tempat istirahat, bahkan membantu membawakan tas carrier ketika si pendaki merasa sudah tidak kuat. Oleh karena itu, pilihlah seorang pendamping yang supel, yang mau memotivasi kita, bukan menggururi kita. Pendamping yang sudah anda kenal sangat dianjurkan untuk anda pilih. Misalnya saja seperti penulis yang memilih kakak sendiri sebagai pendamping ketika mendaki. Karena selain sudah kenal dari lahir, seorang kakak pasti akan sepenuh hati menuntun kita ke arah yang benar (emang mau taubat?). Jangan lupa, jika seorang pendamping memberi masukan kepada kita, kita juga harus rendah hati mau menerima masukkan tersebut. Laksanakan apa yang pendamping instruksikan kepada kita, jangan ‘semau gue’ ketika di alam bebas, karena di alam bebas juga ada aturannya. Bukan sebaliknya.

3. Jangan Pernah Merasa Anda Adalah Pendaki Hebat


                Pendaki yang baik adalah pendaki yang rendah hati. Sebenarnya tips ini bukan hanya untuk pendaki pemula saja, akan tetapi berlaku untuk semua pendaki baik pendaki profesional sampai pendaki yang baru pertama kali hendak mendaki. Jika yang profesional saja tidak dianjurkan untuk merasa hebat, bagaimana dengan kita yang pada dasarnya adalah pendaki dengan pangkat terendah. Ketika berada di alam bebas, segeralah berinstropeksi diri, bahwasanya yang berhak untuk merasaha hebat adalah Allah SWT, Tuhan yang Maha Segalanya. Sadar bahwa kita hanyalah sebutir debu atau bahkan lebih kecil di hadapan-Nya. Dengan begitu, kita akan baru bisa merasakan keindahan alam yang sebenarnya, karena hati kita telah bersih dan tidak ada sedikitpun ‘penyakit hati’ yang melekat dalam hati kita.

4. Selalu Jaga Kebersihan Dimanapun Berada


                Pernah melihat sampah-sampah seperti botol air mineral ataupun bungkus mie instan yang ‘tertinggal’ di gunung? Atau pernah melihat hal tersebut lewat gambar di internet? Tentu rasanya sangat tidak nyaman. Karena semula alam sejuk yang berwarna hijau berubah menjadi berwarna warni tumpukan sampah yang tidak sedap dipandang dan aroma sekitar menjadi tidak sedap dihirup. Jika anda melihat pendaki yang membuang sampah sembarangan seperti itu, ingatkan mereka. Ajak mereka untuk kembali membawa sampah ketika turun. Atau jangan-jangan anda sendiri yang seperti itu? Jangan sampai begitu, oke? Jadilah pelopor kebersihan di alam bebas. Jika bukan kita yang mulai sadar untuk menjaga alam, siapa lagi? Agar alam kita ini bisa tetap asri dan tetap bisa dinikmati oleh generasi selanjutnya.

5.  Jangan Mengeluh


                Hobi ngeluh waktu di sekolah atau kampus karena banyak tugas? Sebaiknya jangan lakukan ketika di gunung. Mengeluh hanya akan membuat kita semakin buruk. Karena mengeluh pada hakikatnya adalah termasuk dalam penyakit hati. Ketika mendaki, enjoy saja. Jangan terlalu terburu-buru untuk  mencapai puncak karena hal itu pasti membuat anda semakin cepat lelah. Dan efeknya, mood menjadi buruk sehingga menimbulkan keluhan-keluhan yang bisa menjadi hal yang tidak enak bagi teman-teman pendaki yang lain. Kurangi keluhan anda, jangan samakan alam bebas dengan tempat praktek dokter yang siang dan malam siap melayani keluhan anda.  Nikmati setiap langkah demi langkah yang anda lalui, nikmati pemandangan alam yang belum pernah anda lihat secara langsung sebelumnya.

6. Jangan Lupa Bawa Logistik dan Perlengkapan yang Memadai


                 Selain fisik, hal yang perlu mendapat perhatian lebih ketika mendaki adalah adalah logistik dan perlengkapan. Logistik lebih berkenaan dengan makanan dan minuman. Bawalah makanan dan minuman yang lebih dari perkiraan pendakian. Hal ini bertujuan untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu hal yang sangat tidak kita inginkan. Misalnya kita tersesat di tengah perjalanan, dan logistik kita habis sedangkan perjalanan masih jauh. Tentu kita sebagai pemula pasti merasa was-was akan hal tersebut. Akan sangat membantu jika kita tetap bersama dalam kelompok. Bagaimana kalau kita sendiri? Semoga saja hal-hal tersebut tidak terjadi pada kita semua.
                Bicara soal perlengkapan, tentu saja hukumnya wajib untuk kita membawa ataupun mengenakannya secara pribadi. Misalnya saja jaket, masker, celana PDL, sepatu outdoor, pisau, dan lain sebagainya. Jangan lupakan, bawa kompas, protaktor dan peta sebagai alat penunjuk arah kita. Penulis yakin anda mungkin belum terlalu paham menggunakan kompas dan protaktor. Oleh karena itu, jangan biarkan pendakian pertama kita terlewat begitu saja tanpa kita belajar hal tersebut. Karena hal tersebut termasuk penting jika kita mau menjadi pendaki yang baik.

7. Tetap Jalankan Kewajiban dan Berdoa


                Ini nih senjata pamungkas penulis. Biasakan, sebelum melakukan segala aktivitas, mulailah dengan berdoa. Jangan pernah menyepelekan doa. Karena Allah adalah Dzat yang Maha Memberi, berdoalah, meminta keselamatan dan kelancaran ketika anda berangkat dari rumah. Dan jangan lupa, minta doa restu kepada orang tua anda. Semoga pendakian anda diberi kelancaran. Aamiin.


*BONUS : Berikut penulis berikan gambar yang mungkin membantu memudahkan kita semua untuk persiapan mendaki. Sedikit tips, tulislah apa yang ada di gambar tersebut dan silakan anda beri tanda cek atau lainnya bebas ketika anda sedang packing. Let's go!







*Sumber Gambar : Google Image & Komunitas Pendaki Muslim Indonesia

6 TIPE MAHASISWA, ANDA YANG MANA?




Kehidupan yang berjalan di dunia ini terdapat berbagai suku, ras, agama, dan banyak perbedaan lainnya. Begitu juga dengan kehidupan kampus, tak kalah berbeda, banyak juga perbedaan di kehidupan yang satu ini. Kali ini penulis akan membahas tentang perbedaan mahasiswa satu dengan yang lainnya. Penasaran? Cekidot :

1. Mahasiswa Akademis



                Mahasiswa yang satu ini selalu berorientasi kepada yang namanya akademik, akademik, dan akademik. Apa itu akademik? Intinya, isi yang ada di otak mahasiswa yang satu ini hanyalah nilai akademis semata. Pengen lulus cepet lah, IPK 4,9 lah (emang ada?), dan sebagainya. Apakah salah menjadi mahasiswa yang berorientasi kepada hal itu? Bukankah malah bagus dan bisa fokus ke proses perkuliahan? Ya, hal itu memang benar. Bisa lulus cepat, bisa dapat nilai bagus, bisa fokus kuliah. Tapi sayangnya, perlu digarisbawahi, biasanya mahasiswa akademik ini cenderung egois, cuek terhadap lingkungan, tidak senang bersosial, hanya senang bergaul dengan orang tertentu. Lulus cepat memang bagus. Akan tetapi lulus cepat dan mendapatkan ‘nilai lain’ jauh lebih bagus.

2. Mahasiswa Aktivis



                Namanya saja aktivis, pasti orangnya aktif. Baik di kelas ataupun di luar kelas. Biasanya mahasiswa yang satu ini memiliki rasa sosial yang tinggi, mudah bergaul, dan ramah lingkungan (emang mesin mobil?). Mahasiswa ini kebanyakan adalah anak organisasi. Baik organisasi kampus maupun di luar kampus. Mereka lebih berpikir bahwa hidup itu bukan hanya untuk mendapatkan ‘nilai yang ditulis diatas kertas’, akan tetapi ‘hidup adalah dimana kita bisa bermanfaat untuk orang lain’. Bagus, memang bagus. Sayangnya, mahasiswa yang satu ini rata-rata kurang giat dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah. Bahkan tadak sedikit yang lebih mementingkan aktifitas di luar kuliah daripada proses perkuliahan itu sendiri.

3. Mahasiswa Ideal




                Mahasiswa ideal. Dari julukannya saja sudah ideal. Pasti anda juga tahu kan apa itu ideal? Mahasiswa yang satu ini bisa adil dalam segala aktifitas. Bisa membagi waktu antara kuliah, organisasi, hobi, bahkan bekerja. Tapi tentu semua hal ada konsekuensinya. Walaupun adil, mahasiswa yang satu ini tidak bisa fokus dalam satu bidang. Akibatnya, energi terkuras banyak, waktu istirahat kurang, nilai yang pas-pasan, dan lain-lain. Akan tetapi, walaupun begitu, setidaknya mahasiswa yang satu ini sudah berusaha menjadi yang terbaik demi mendapatkan pengalaman hidup yang berharga.

4. Mahasiswa Kupu-Kupu
  


              Eits, jangan salah tangkap ya, bukan kupu-kupu malam lho. Ini nih tipe yang paling tidak diinginkan oleh mahasiswa manapun. Ada yang ingin? Atau bahkan ada yang seperti tipe ini? Segera deh dirubah. Karena tak ada kata terlambat untuk berubah. Mahasiswa yang satu ini bisa dikatakan adalah ‘juru kunci’ di kelas. Mahasiswa yang satu ini adalah pemalas, tidak suka organisasi, IPK jelek, dan sejenisnya. Karena apa? Karena mereka hanya Kuliah-Pulang-Kuliah-Pulang. Di kelaspun mereka mungkin tidak memperhatikan isi dari perkuliahan. Tak beda dengan di rumah / kos, kegiatannya hanyalah mungkin nongkrong nggak jelas, tiduran, nonton film, dan sejenisnya. Jangan sampai kita seperti ini ya guys!

5. Mahasiswa Mandiri



                Keren nih mahasiswa mandiri. Bisa membiayai diri sendiri dan bahkan bisa bayar UKT sendiri. Mahasiswa yang satu ini, biasanya memiliki jiwa muda yang tinggi. Belum tentu juga, bisa jadi terpaksa karena keadaan ekonomi keluarga. Akan tetapi, tetap saja mahasiswa ini perlu dikasih jempol. Mereka sudah berusaha sebisa mungkin untuk tidak melibatkan orang tua dalam kehidupan mereka. Mereka habiskan tenaga untuk bekerja, untuk bisnis, untuk berdagang, dan sebagainya. Mahasiswa yang satu ini memiliki kelebihan dalam pengalaman dunia kerja, kerasnya kehidupan, dan tentu kelebihan uang yang mungkin bisa ditabung untuk keperluan mendatang. Walaupun begitu, tidak ringan untuk menjadi mahasiswa yang satu ini. Harus memiliki stamina cadangan. Benar-benar harus bisa memanage waktu antara kuliah dan kerja. Karena bagi mereka, waktu sangatlah berharga.

6. Mahasiswa Tukang Trip



                Ini nih yang lagi nge-hitz. Mahasiswa yang satu ini biasanya adalah seorang mahasiswa yang sangat memperhatikan penampilan, update tentang segala hal, dan yang pasti anak gaul. Mereka rela menghabiskan uang berjuta-juta rupiah demi bisa menikmati indahnya alam di dunia ini. Mungkin untuk mendaki gunung-gunung seperti mahameru dan rinjani, atau snorkling di lautan, dan sebagainya. Walaupun terlihat keren, kebanyakan mahasiswa yang ini hanyalah tukang trip amatiran yang sok gaul. Mereka bukan benar-benar mau menikmati alam ini, akan tetapi mereka lebih menganggap bahwa alam pada era sekaranng adalah sebah lifestyle. Jadi tak heran jika banyak kerusakan-kerusakan alam yang terjadi di alam yang disebabkan mahasiswa yang satu ini (walaupun bukan hanya mahasiswa saja). Misalnya membuang sampah di gunung, coret-coret petunjuk arah di jalur pendakian, dan sebagainya. Anda seperti itu? Segera berbenah mas bro!
               

              Itulah beberapa tipe mahasiswa menurut penulis, mungkin masih banyak tipe yang lain. Adalah hak anda mau menjadi mahasiswa yang seperti apa, karena karakter setiap orang berbeda-beda. Tips dari saya, pilihlah yang terbaik untuk diri anda sendiri, dan untuk masa depan anda. Good Luck!

*Sumber Gambar : Google Image

Friday, 6 November 2015

5 TIPS MAHASISWA BIAR BISA NGIRIT


     Mahasiswa merupakan seorang manusia yang sedang sibuk mencari ilmu dan jati diri. Untuk itu mahasiswa harus mau dan bisa bertanggung jawab atas apa yang diperbuat, termasuk me-manage uang bulanan ataupun mingguan atau yang biasa kita sebut dengan 'uang jajan'  Kebanyakan mahasiswa adalah seorang perantau dari kota yang amat jauh, sehingga diperlukan beberapa tips agar seorang mahasiswa bisa mengamalkan yang namanya pengiritan. Berikut ada beberapa tips dari 'cerita-ardan' agar kamu bisa ngirit. Cekidot :

1. Jangan Terlalu Memanjakan Diri


     Biasanya hal-hal seperti ini terjadi pada mahasiswa-mahasiswi baru atau yang biasa kita kenal dengan sebutan ‘MABA’. Kebanyakan seorang MaBa masih belum terlalu bisa untuk mengontrol keinginan. Misalnya untuk sekedar nongkrong biar kayak ‘Anak Gawl’ gitu. Padahal, biaya untuk sekali nongkrong biasanya sekitar 10-50 ribu tergantung tempat nongkrongnya juga sih.  Sebagai mahasiswa yang biasanya anak kos, tentu saja mau tidak mau membutuhkan yang namanya alat-alat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, shampo, dan mungkin bahan-bahan untuk memasak seperti minyak goreng, beras, dan lain sebagainya. Sebagai mahasiswa, biasakanlah hidup sederhana, mungkin boleh sih memanjakan diri sekali-kali. Tapi kalau keseringan kurang bagus juga. Karena sesuatu yang berlebihan itu ga baik.

2. Cari Kos/Kontrakan Sekitar Kampus


     Kenapa penulis menyarankan untuk mencari daerah yang dekat dengan kampus? Yap, tentu saja karena agar kita bisa lebih mudah akses ke kampus, yaitu dengan biaya yang murah alias jalan kaki. Dan kita ga perlu ngeluarin uang bulanan kita buat beli BBM (Bahan Bakar Minyak). Karena seperti kita ketahui, harga BBM di Indonesia semakin hari semakin naik. Padahal uang bulanan kita tentu saja tidak naik (pengalaman). Toh secara tidak sadar kita juga ikut berperan membantu mengurangi polusi udara dan kemacetan. Kalaupun terpaksa membawa kendaraan, tidak terlalu mengkonsumsi banyak BBM. Efeknya, uang jajan kita bisa kita tabung.

3. Paksa Diri Untuk Menabung


     Ada pepatah mengatakan, “Muda menabung, tua beruntung”. Yap, pepatah ini 100% memang terbukti. Akan tetapi, cara yang ini mungkin agak sulit. Bukan sulit dalam memasukkan uang ke tabungan / ‘celengan’ ya, tapi sulit untuk ‘menjaga’ isi tabungan. Sebagai anak muda, banyak sekali godaan yang menyapa. Misalnya saja sekedar ada tukang bakso lewat depan kos padahal sedang ga ada uang, sampai godaan-godaan update gadget atau fashion di toko-toko online. Untuk masalah semacam ini, ada berbagai macam cara untuk mengatasinya. Misalnya, kita tabung uang-uang tersebuat dalam sebuah kotak kayu yang terkunci dengan gembok, sedangkan kuncinya kita titipkan ke sahabat terdekat/orang terdekat yang dapat kita percaya. Sehingga jika kita berniat untuk mengambil uang yang ada di kotak tersebut, ada seseorang yang mengingatkan kita untuk menahannya.

4. Buat Daftar Pengeluaran


      Pernahkah anda melihat ibu anda di rumah membuat daftar pengeluaran keluarga? Jika pernah, contohlah. Tentu saja dengan versi seorang mahasiswa. Kebutuhan mahasiswa relatif lebih sedikit jika dibandingkan dengan seorang ibu rumah tangga yang menjadi ‘playmaker’ finansial keluarga. Nah jika seorang mahasiswa? Selamat! Anda telah menjadi playmaker untuk diri anda sendiri. Dan cara ini terbukti ampuh untuk mengontrol pengeluaran kita, karena semua sudah terkonsep. Hal yang sudah ada konsep biasanya adalah rencana yang sudah matang. Sedikit berbagi pengalaman, penulis selalu menulis daftar pengeluaran mingguan. Seperti biaya untuk nge-print, foto copy, makan, beli perlengkapan masak, bensin, pulsa, kuota internet, dan lain sebagainya.  Setiap minggu, penulis diberi jatah oleh orang tua sebesar Rp. 150.000. Tentu jumlah yang tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bisa dikatakan cukup. Kuncinya, jangan mengeluh dan sering bersyukur. Jika pembaca adalah seorang muslim, laksanakanlah sholat dhuha secara rutin.

5. Berdoa dan Bersedekah


     Cara yang ini biasa penulis sebut dengan ‘Cara Pamungkas’ untuk melengkapi cara-cara yang sudah ada. Setelah kita berusaha, tentu saja kita haruslah sering-sering berdoa dan bersedekah agar apa yang kita amalkan menjadi berkah. Mungkin ada pertanyaan, “Loh, katanya ngirit, kok malah sedekah? Ngasih uang kita ke orang lain?”. Secara logika memang ya, benar, tentu uang yang kita punya akan berkurang. Tapi jangan lupakan, Allah adalah Dzat Yang Maha Memberi Rizki. Bisa saja rizki kita datang secara tiba-tiba dan tidak kita snagka-sangka. Kuncinya hanyalah satu, percaya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita (yang kita butuhkan), bukan memberikan yang sekedar kita inginkan.


      Sebenarnya, masih banyak cara lain yang bisa kita lakukan agar kita bisa menjadi seorang mahasiswa yang ‘ngirit’. Akan tetapi, secara garis besar, 5 hal diatas adalah cara yang paling umum dan tentu sangat layak untuk dicoba. Karena, penulis juga melakuka cara-cara diatas. Terbukti, penulis bisa menyisihkan sekitar 20-50ribu untuk ditabung atau kadang-kadang sih untuk jalan-jalan gitu. Biar ga ketinggalan jaman dan biar kekinian gitu. Good Luck Guys!


*Sumber Gambar : Google Image