Semua orang punya impian. Mimpi
setiap orang berbeda. Ketika temanku ingin menjadi pengusaha kaya raya agar
bisa memiliki banyak mobil dan rumah, ada juga yang ingin menjadi dosen agar
ilmu yang dimiliki bermanfaat. Menurut saya boleh-boleh saja. Lain dengan
temanku, inilah aku. Manusia yang terlalu banyak memiliki mimpi, ataukah tidak
punya mimpi? Mimpi-mimpiku tercatat rapi dalam coretan wishlist dan
hanya aku yang mengetahui apa saja isinya, karena aku belum siap berbagi cerita
dengan orang lain. Lebih tepatnya belum bertemu orang yang tepat untuk
mengetahuinya. Dari semua itu, ada salah satu mimpi yang aku pikir semua
laki-laki memimpikannya. Apakah punya istri cantik? Ya, mungkin saja. Punya
harta berlimpah? Sangat mungkin. Atau menjadi pemain bola legendaris bagaikan
Cristiano Ronaldo ataupun Lionel Messi? Mungkin sih. Semua yang ku
sebutkan mungkin saja tersurat dalam buku impian kami (laki-laki), ataupun
tersirat dalam angan yang setiap saat bisa saja menghampiri. Tapi mimpi yang
membuatku selalu memikirkannya adalah cukup sederhana namun bermakna, aku ingin
menjadi seorang laki-laki yang bisa diandalkan. Diandalkan oleh siapa saja,
kapan saja, dalam hal apa saja. Susah? Ya jelas! Aku sempat heran, mimpi macam
apa ini? Tapi sulit juga membuatnya menjadi kenyataan. Tak jarang demi mencapai
impian ini datang berbagai kicauan dari orang lain. Mereka meremehkanku,
menghinaku, tak percaya pada kemampuanku. Padahal aku paling benci diremehkan,
pasti kalian semua juga kan? Bagaimana rasanya pasti kita tahu dan pernah
merasakan. Ada pepatah mengatakan, kesuksesan dan keberhasilan adalah balasan
sekaligus tamparan menyakitkan bagi orang yang gemar meremehkan. Tinggal
bagaimana cara dan proses menuju pembuktian. Belajar! Praktekkan apa yang
dipelajari. Sehingga setidaknya ada satu slot kepercayaan orang lain bahwa
akulah laki-laki yang berguna, karena sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat
bagi orang lain. Bagi sebagian orang kata-kata itu hanyalah tulisan pelengkap
kehidupan, namun bagiku itulah hakikat sesungguhnya manusia diciptakan. Sejauh
ini, aku belum sepenuhnya bisa memetik hasil dari apa yang aku pelajari dan
praktekkan. Tapi aku masih percaya pada sebuah proses, tak ada yang instan di
dunia ini. Rasa ragu dari orang lain yang ditumpahkan kepadaku tak akan membuat
tekadku surut, justru itulah motivasi bagiku agar aku bisa segera ‘menampar’
mereka dengan apa yang aku capai. Jangan berhenti, mari berbenah bersama.
Jangan biarkan tekad yang kau genggam erat di tanganmu hanya akan kau genggam
selamanya. Make it happen soon!
